Tentang BPR Nusumma

Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Nusumma merupakan hasil kerjasama antara PT. Bank Summa dengan organisasi Nahdatul Ulama (NU). Berdasarkan MOU yang ditandatangani pada tanggal 1 Juni 1990 di Sahid Raya Hotel. Pihak NU diwakili oleh KH. Abdurrahman Wahid dan pihak PT. Bank Summa diwakili oleh Edward S.Soeryadjaya sebagai komisaris utama.


Pada tanggal 9 Oktober 1990 izin usaha sembilan BPR Nusumma diterbitkan oleh Departemen Keuangan RI. Sebelumnya izin prinsip diperoleh tanggal 6 Agustus 1990. Maka sah lah operasi Sembilan BPR Nusumma yang terletak di Diwek ( Kab. Jombang), Jatiroto (Kab. Lumajang), Gondanglegi (Kab. Malang), Tempel (Kab. Sleman), Pecangaan (Kab. Jepara), Kedungwuni (Kab. Pekalongan), Talang (Kab. Tegal), Jalancagak (Kab. Subang) dan Sawangan (Kab. Bogor). Kemudian pada tanggal 23 Mei 1992 didirikan PT. BPR Nusumma Ceper (Kab. Klaten) dan pada tanggal 18 Desember 1992 didirikan PT. BPR Nusumma Cepu (Kab. Blora)